>
![]() |
| Istimewa |
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Pacitan bekerja sama dengan LAZISMU Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan bakti sosial bertajuk Bakti Sosial, Bakti Guru, dan Menyapa Mualaf. Program ini digelar untuk memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Kegiatan tersebut menyasar tiga kelompok penerima manfaat, yakni guru Bustanul Athfal, mualaf, serta guru madrasah yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Pacitan. Setiap kelompok menerima bantuan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. Sebanyak 25 guru Bustanul Athfal tercatat sebagai penerima manfaat yang dananya didukung sepenuhnya oleh LAZISMU Pacitan. Mereka menerima bantuan sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam membina peserta didik usia dini. Selain itu, 15 mualaf juga mendapatkan bantuan yang bersumber dari dana LAZISMU Pacitan. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung proses pembinaan keagamaan dan meningkatkan kesejahteraan para mualaf dalam menjalani kehidupan beragama. Sementara itu, 56 guru madrasah menerima bantuan melalui pendanaan dari LAZISMU Jawa Timur. Kelompok ini menjadi bagian penting dalam program karena mereka berperan langsung dalam penguatan pendidikan keagamaan di tingkat dasar hingga menengah. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Area Manager LAZISMU Jawa Timur, Agus Lukman Hidayat, S.P., MHES, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bagian dari komitmen LAZISMU untuk menyebarkan manfaat secara merata. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pacitan, H. Suprayitno Ahmad, M.Pd.I., turut menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat. Ia menilai bahwa kegiatan ini mampu memperkuat peran Muhammadiyah dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui aksi nyata. Ketua LAZISMU Pacitan, Agus Hadi Prabowo, juga hadir dan memberikan apresiasi terhadap antusiasme para penerima manfaat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari sinergi yang baik antara lembaga di tingkat daerah dan wilayah. Menurut Agus Hadi Prabowo, kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pendanaan, tetapi juga penyusunan program yang tepat sasaran agar bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para guru dan mualaf. Kegiatan bakti sosial ini berlangsung tertib dengan dukungan penuh dari relawan Muhammadiyah yang bertugas membantu pengaturan teknis acara, pendataan penerima manfaat, serta distribusi bantuan sesuai daftar yang telah ditetapkan. Para penerima manfaat menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu memberikan dorongan moral dan dukungan nyata bagi mereka. Guru, baik dari Bustanul Athfal maupun madrasah, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada profesi mereka. Para mualaf yang hadir merasa terbantu melalui program Menyapa Mualaf karena bantuan tersebut mendukung keberlanjutan proses pembinaan keagamaan yang sedang mereka jalani. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. Selain menjadi ajang penyaluran bantuan, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi antara pengurus Muhammadiyah, relawan, dan penerima manfaat. Interaksi selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. LAZISMU Pacitan dan Jawa Timur berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan sosial yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Program ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah. Dengan terlaksananya kegiatan Bakti Sosial, Bakti Guru, dan Menyapa Mualaf, kedua lembaga berharap dapat terus memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam memajukan kesejahteraan bangsa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas jangkauan pelayanan sosial di wilayah Pacitan dan sekitarnya. (af) |



