Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Belajar, Berkreasi, dan Berprestasi: Madrasah Pacitan Tunjukkan Daya Saing Digital

Rabu, 07 Januari 2026 | Januari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T03:24:31Z
>

Kemenag Award 2026 peringatan HAB ke 80 tahun 2026 di pendopo Kabupaten Pacitan (doc. Yeni untuk Pacitansatu.com)





Pacitansatu.com -Lomba Media Sosial Madrasah tingkat RA/BA menjadi salah satu rangkaian utama Pacitan Kemenag Award 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (6/1/2026).


Ajang tersebut diikuti oleh sejumlah Raudhatul Athfal (RA) dan Bustanul Athfal (BA) dari berbagai wilayah di Kabupaten Pacitan sebagai upaya mendorong penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan anak usia dini.


Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, RA Nurrohman Donorojo berhasil meraih juara pertama dengan perolehan skor tertinggi, yakni 81. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kreativitas, konsistensi konten, pesan edukatif, serta etika penggunaan media sosial.


Posisi juara kedua ditempati BA Aisyiyah Baleharjo dengan skor 80. Selanjutnya, juara ketiga diraih BA Aisyiyah Tulakan yang memperoleh skor 79, menunjukkan persaingan yang ketat antar peserta.


Sementara itu, kategori juara harapan satu diraih BA Aisyiyah Pacitan dengan skor 77. Juara harapan dua ditempati RA Bustanussubban dengan skor 76, dan juara harapan tiga diraih BA Aisyiyah Ketro 1 dengan skor 73.


Secara keseluruhan, BA Aisyiyah mencatatkan prestasi menonjol dengan menyabet empat penghargaan dalam lomba ini, yakni juara dua, juara tiga, juara harapan satu, dan juara harapan tiga.


Ketua Panitia HAB ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Bambang Hadi Suprapto, mengatakan lomba media sosial madrasah menjadi sarana strategis untuk mengenalkan praktik baik pendidikan kepada masyarakat luas.


“Melalui media sosial, madrasah dapat menyampaikan aktivitas pembelajaran, nilai karakter, serta pesan moderasi beragama secara lebih terbuka dan positif,” ujar Bambang Hadi Suprapto.


Ia menambahkan, peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama menjadi momentum untuk memperkuat peran lembaga pendidikan dalam menghadapi tantangan era digital tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar pendidikan.


Keberhasilan RA Nurrohman Donorojo meraih juara pertama mendapat perhatian khusus karena dinilai mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi yang edukatif dan ramah anak.


Kepala Sekolah RA Nurrohman Donorojo, Yeni Kuswantini, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut dan mengapresiasi kerja sama seluruh pendidik serta dukungan orang tua peserta didik.


“Prestasi ini merupakan hasil kerja tim. Kami berupaya menyajikan konten yang sederhana, informatif, dan mencerminkan aktivitas pembelajaran serta pembentukan karakter anak,” kata Yeni Kuswantini.


Menurutnya, media sosial digunakan sebagai media dokumentasi sekaligus sarana edukasi publik agar masyarakat memahami peran RA dalam mendidik anak sejak usia dini.


Pacitan Kemenag Award 2026 tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga ruang apresiasi bagi madrasah yang berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan dan komunikasi publik.


Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Pacitan berharap madrasah RA dan BA semakin adaptif, inovatif, serta mampu menjadi contoh pemanfaatan media sosial yang positif di lingkungan pendidikan. (af)

 

×
Berita Terbaru Update