Notification

×

Iklan desktop utama

Buy template blogger

Iklan Utama Mobile

Buy template blogger

Targetkan Haji Mabrur Hijau, BPKH-Muhammadiyah Tekan Emisi Lewat Wakaf Pohon

Sabtu, 14 Maret 2026 | Maret 14, 2026 WIB Last Updated 2026-03-14T10:57:04Z
>
Foto: Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menekankan pentingnya Green Hajj. 

JAKARTA – Ibadah haji ke Tanah Suci kini tak sekadar urusan ritual spiritual dan fisik. Ada tanggung jawab besar terhadap kelestarian alam yang terselip di dalamnya. Semangat itulah yang diusung Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui kampanye Green Hajj.

Sinergi ini bukan sekadar wacana. Melalui Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah, gerakan ini bakal menyentuh sisi edukasi menjaga ekosistem melalui pengelolaan sampah dari hulu. Sebuah langkah konkret untuk meneladani nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW dalam menjaga keseimbangan alam.

"Kerja sama dengan Muhammadiyah ini sangat membantu kami mengembangkan konsep Green Hajj. Ini krusial agar jemaah kita semakin ramah lingkungan," ujar Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander di Jakarta, Sabtu (14/3).

Harry menekankan bahwa Green Hajj bertujuan membentuk karakter jemaah menjadi haji mabrur yang peduli lingkungan sepanjang hayat. Menariknya, panduan yang disusun bersama MLH PP Muhammadiyah ini bakal "Go International". Buku panduan tersebut akan diterjemahkan ke bahasa Inggris dan Arab agar bisa menjadi rujukan dunia.

Salah satu poin unik dalam panduan tersebut adalah skema wakaf pohon produktif. Jemaah didorong berinvestasi akhirat sekaligus menjaga bumi. Caranya, melalui investasi berbasis sukuk yang manfaat ekonominya kembali ke umat.

"Bayangkan jika kita punya 100 hektar lahan kelapa. Selain menekan emisi karbon, setiap bulan bisa menghasilkan Rp 40 juta. Ini perpaduan manfaat ekonomi dan biodiversitas," urainya.

Gaya kampanye berbasis isu lingkungan ini rupanya menjadi magnet bagi generasi muda. Berdasarkan data BPKH, saat ini pendaftar haji dari kalangan Gen Z dan milenial sudah menyentuh angka 25 persen dari total daftar tunggu. Angka ini menjadi angin segar bagi komitmen ibadah kaum muda di tanah air.

Di sisi lain, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyoroti persoalan sampah yang sudah masuk tahap meresahkan. Bagi sosok yang akrab disapa Buya Anwar ini, solusi sampah harus dimulai dari titik nol: rumah tangga.

"Masalah sampah ini harus diselesaikan dari hulu. Saya berpikir bagaimana sampah rumah tangga bisa diolah dengan bantuan bakteri menjadi kompos," cetus Buya Anwar.

Ia pun menginstruksikan MLH PP Muhammadiyah untuk segera menerbitkan panduan praktis pengelolaan sampah skala rumah tangga. Tujuannya jelas, yakni menciptakan budaya baru di masyarakat. "Warga harus diajarkan mengolah sampah secara mandiri. Ini penting untuk membangun peradaban yang bersih," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update